(Foto : Walikota Ir. H. Sigit Widyonindito, MT menunjukkan penghargaan yang diterima Pemkot Magelang dari Aptiknas, didampingi Kepala Balitbang Drs. Arif Barata Sakti,MT(Sumber : SMNet.Com/dok.26 April 2019)

KOTA MAGELANG- Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Aptiknas), memberi penghargaan ‘Indonesia Innovation Award (IIA) 2019’ kategori khusus inovasi pemerintah daerah kepada Pemkot Magelang.

Penghargaan diberikan atas inovasi Pemkot Magelang dalam mencari solusi tantangan dan persaingan pasar global.

Penghargaan IIA 2019 diterima Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito di Grand Ballroom The Fairmont Hotel, Jakarta, Kamis malam (25/4).

Kepala Balitbang Kota Magelang, Drs. Arif Barata Sakti, MT menjelaskan bahwa Pemkot Magelang menerima penghargaan berkat inovasi Magic Grill (alat pemanggang otomatis) hasil karya Bagiyanto, warga Kota Magelang.

Karya ini merupakan pemenang Krenova 2018. Pada tahun 2019, karya ini lolos sebagai salah satu karya yang difasilitasi Kemenristek Dikti melalui skema Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT).

Lebih lanjut Kepala Balitbang Kota Magelang menjelaskan, Pemkot Magelang terus berupaya agar karya ini menjadi usaha inovatif yang diharapkan dapat berkembang pada masa yang akan datang.

Walikota Magelang merasa bangga atas penghargaan tersebut. Prestasi ini tidak lepas dari peran aktif masyarakat (inovator) serta Balitbang Kota Magelang dalam melakukan pendampingan kepada masyarakat melalui ajang kompetisi Krereativitas dan Inovasi (Krenova).

‘’Penghargaan ini untuk masyarakat yang telah menyumbangkan ide dan pemikiran untuk kemajuan Kota Magelang, utamanya dalam menghadapi pasar global. Juga dengan adanya pendampingan dan motivasi dari pemkot untuk menumbuhkan inovasi-inovasi baru masyarakat,’’ jelas Walikota seusai menerima penghargaaan tersebut.

Untuk mendapatkan penghargaan itu, Kota Magelang harus melewati seleksi dari tim penilai yang melibatkan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) dan Majalah Biskom.

Lebih lanjut, Walikota Magelang menghimbau agar kretativitas dan inovasi masyarakat Kota Sejuta Bunga ini bisa tumbuh subur, untuk mendukung program pemerintah mensejahterakan masyarakat. Apalagi dengan kondisi Kota Magelang yang minim sumber daya alam (SDA), maka perlu banyak inovasi dalam mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan berdaya guna.

‘’Kota Magelang sangat minim sumber daya alamnya. Maka perlu inovasi masyarakat untuk mengangkat kota ini, sehingga punya daya saing yang tinggi,’’ ungkapnya.

Menristek Dikti, Mohamad Nasir, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristek Dikti, Jumain Appe menerangkan, pemberian penghargaan ini merupakan upaya untuk menumbuhkembangkan kreativitas dan inovasi guna meningkatkan kesiapan dalam menghadapi berbagai tantangan global saat ini dan dimasa yang akan datang.

‘’Perkembangan global memberikan peluang para pelaku bisnis dalam menjalankan usahanya dan konsumen menentukan pilihannya,’’ terangnya.

Tantangan terbesar Indonesia di dalam menghadapi revolusi industri 4.0 adalah, kesenjangan digital yang masih tinggi akibat minimnya pengetahuan SDM dalam mengoptimalkan teknologi dan infrastruktur. Kesenjangan ini berdampak pada kesenjangan sosial dan ekonomi yang semakin besar pula.

Adapun beberapa aspek yang dinilai untuk meraih penghargaan ini, di antaranya profil pemda, aspek teknologi, aspek market/pasar, aspek organisasi, aspek manufaktur, aspek investasi, aspek partnership/kemitraan dan aspek resiko


Add comment


Security code
Refresh