Pasien dengan gejala ringan virus corona COVID-19 mengambil makanan saat menjalani perawatan di sebuah pusat pameran yang diubah menjadi rumah sakit darurat di Wuhan, Hubei, China (17/2/2020).

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari China dan Amerika Serikat menemukan bahwa 14,5 persen dari pasien yang telah sembuh dari Covid-19 kembali terinfeksi virus corona jenis baru penyebab Covid-19. Penelitian tersebut dilakukan terhadap 262 orang yang diamati selama dua minggu. Dari 262 orang itu, sebanyak 38 di antaranya kembali menunjukkan hasil positif Covid-19. Hasil ini hampir sama dengan proporsi 14 persen yang ditemukan pada hasil penelitian akhir Februari 2020 oleh otoritas kesehatan di Provinsi Guangdong. Sementara, penelitian yang dilakukan bulan lalu oleh tim dari Tongji Hospital di Wuhan menghasilkan proporsi 3 persen untuk pasien yang kembali dikonfirmasi positif Covid-19 setelah sebelumnya dinyatakan sembuh. Adapun, penelitian terbaru ini dilakukan oleh para peneliti dari Shenzhen 3rd People's Hospital, Beijing Tsinghua Changgung Hospital, Southern University of Schience and Technology and MIT. Sampel penelitian yang diambil adalah seluruh pasien di Shenzen 3rd Pople's Hospital Guangdong antara 23 Januari 2020 hingga 25 Februari 2020.

Melansir South China Morning Post (SCMP), para peneliti mengatakan, hasil penelitian mengarah pada kesimpulan bahwa pasien dengan usia muda lebih berpotensi terinfeksi virus corona kembali dan menunjukkan gejala ringan.  Dari 38 pasien yang dikonfirmasi positif kembali setelah sebelumnya diperbolehkan keluar dari rumah sakit, hanya satu yang berusia di atas 60 tahun. Sementara, tujuh pasien berusia di bawah 14 tahun.

Para peneliti juga menguji 21 orang yang melakukan kontak dekat dengan 38 pasien yang terinfeksi Covid-19 lagi. Hasilnya, 21 orang tersebut dikonfirmasi tidak terinfeksi virus corona. Terlepas dari temuan mereka, para peneliti menyebutkan adanya perbedaan hasil dengan alat uji yang berbeda. Meski demikian, para peneliti juga tidak mengesampingkan kemungkinan orang-orang yang telah pulih dari Covid-19 dapat menjadi pembawa virus.

Mereka menemukan, 18 dari 24 pasien yang menghasilkan uji negatif dengan alat uji komersial yang ada (RT-PCR), menunjukkan hasil positif setelah diuji dengan alat tes yang lebih "sensitif". Kepala Divisi Ilmu Laboratorium Kesehatan Publik di University of Hong Kong Profesor Leo Poon Lit-man mengatakan, meskipun tes RT-PCR secara umum dapat dipercaya, tetapi ada kemungkinan perbedaan dengan hasil yang mereka peroleh. "Jika Anda melakukan serangkaian tes pada orang yang keluar dari rumah sakit, sebagian besar akan menunjukkan hasil negatif karena jumlah virus pada sampel rendah. Hasilnya dapat menjadi positif setelah dilakukan beberapa tes," kata Poon. Menurut Poon, meskipun beberapa penelitian menduga bahwa virus pada pasien yang diuji positif untuk kedua kalinya tidak lagi menular, para ahli perlu memikirkan bagaimana kasus-kasus seperti itu ditangani.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Studi Terbaru: Pasien Muda yang Sembuh Berpotensi Kembali Positif Covid-19 dengan Gejala Ringan", https://www.kompas.com/tren/read/2020/04/04/110752965/studi-terbaru-pasien-muda-yang-sembuh-berpotensi-kembali-positif-covid-19?page=2.
Penulis : Vina Fadhrotul Mukaromah
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary