TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota Surakarta meresmikan operasional Solo Science Center, Jumat, 21 November 2014. Pusat sains tersebut terletak di gedung Solo Techno Park di kawasan Jebres.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Surakarta Agus Joko Witiarso mengatakan pusat sains itu dibangun untuk menarik minat pelajar dalam memahami dasar-dasar ilmu pengetahuan dan teknologi. "Agar pelajar dan masyarakat umum bisa merasakan mudahnya memahami prinsip iptek," katanya. 

Menurut Agus, dengan praktek langsung, pusat sains akan menjadi pelengkap pembelajaran sekolah untuk mengenalkan iptek secara mudah. Di Solo Science Center pelajar bisa merasakan dan menyentuh langsung sebuah teknologi yang biasanya hanya diketahui secara teori. Alat peraga iptek terdiri dari berbagai tema, seperti Fisika, Matematika, Energi, sampai robotik.

Agus menyebut Surakarta ingin punya taman teknologi seperti Yogyakarta dengan taman pintar. "Untuk membedakan, kami lebih menekankan ke teknologi, misalnya ke depan akan mencari hibah simulasi pesawat," katanya.

Masyarakat bisa mengakses pusat sains setiap hari kerja dari pukul 08.00 sampai pukul 15.00 tanpa dipungut biaya.

Direktur Pusat Peragaan Iptek Kementerian Pendidikan Tinggi dan Riset Teknologi Ari Hendrarto mengatakan pusat sains dimaksudkan untuk menggambarkan kegiatan sains. Sehingga sains lebih menyenangkan dan lebih mudah diterima ketika bisa dipraktekkan. "Kalau di museum kita tidak boleh menyentuh koleksi, kalau di sini wajib menyentuh dan mencoba," katanya.

 

UKKY PRIMARTANTYO

Sumber : http://tekno.tempo.co/read/news/2014/11/22/061623593/solo-resmikan-pusat-sains