PENDAPATAN PETANI DENGAN BERCOCOK TANAM TUMPANGSARI KEDELAI, BAWANG MERAH, JAGUNG

 

 

Oleh

Astiningrum. M, Siwi V R I. P, Haryono G

 

 

ABSTRAKSI

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pendapatan Petani dengan Bercocok Tanam Monokultur dan Tumpangsari Kedelai, Bawang Merah, Jagung, dilaksanakan dari bulan Juli sampai dengan November 2010 di Dusun Jambesari, Kelurahan Kedungsari, Kec. Magelang Utara, Kota Magelang, jenis tanah latosol dengan pH 5,6 dan ketinggian tempat 360 meter di atas permukaan laut.

 

Penelitian dilaksanakan di lapangan dengan menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL), satu faktor dengan empat ulangan yang terdiri dari : K1 : tanaman kedelai, K2 : tanaman bawang merah, K3 : tanaman jagung, K4 :tana-man kedelai dan bawang merah, K5 : tanaman kedelai dan jagung, K6 : tanaman bawang merah dan jagung, K7 : tanaman kedelai, bawang merah, dan jagung

 

Setelah panen (hasil ekonomisnya) dikonversikan ke rupiah sesuai dengan harga pasaran komoditas yang bersangkutan, kemudian angka tersebut dianalisis dengan rancangan sebagai berikut : Yij = U + Ti + Bj + Eij.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pendapatan tertinggi diperoleh pada usahatani Bawang merah monokultur (K2), kemudian Kedelai monokultur (K1), Tumpangsari Kedelai-Jagung (K5), Jagung monokultur (K3), Tumpangsari Kedelai-Bawang merah (K4), Tumpangsasi Jagung-Bawang merah (K6) dan yang terendah Tumpangsari Kedelai-Bawang merah- Jagung (K7). Komoditas dan Pola tanam yang cocok ditanam di Kota Magelang adalah Kedelai monokultur (K1), Tumpangsari Kedelai-Jagung (K5), Bawang merah monokultur (K2) dan Jagung monokultur.

 

 

Kata Kunci : Tanam Monokultur dan Tumpangsari Kedelai, Bawang Merah, Jagung 

 

 

 

 

 

 

 

 


Add comment


Security code
Refresh