Oleh : Rina Ambarwati, SE[1]

 

             Kebijakan pengenaan seragam Batik pada hari rabu-jum’at, membuat setiap PNS mengeluarkan biaya lebih untuk penyediaan seragam batik. Apabila perawatan batik tidak tepat, maka batik-batik warna cerah pada saat awalnya akan menjadi lusuh dan beladus. Jika telah menjadi demikian, keharusan penyediaan seragam batik baru telah diambang pintu dan dibutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

Namun kini telah ada solusi dan dibuktikan oleh kawan kantor, baju batik yang tadinya lusuh, dicelupkan lagi dengan warna muda melalui jasa pengrajin craft dan hasilnya menjadi seperti baru, walau warna aslinya tidk lagi nampak, namun motif batik lama masih tampak. Sebuah ide kreatif dari sang pengrajin, biaya tidak mahal, penggunaan sampai berapa lama belum teruji, namun sebagai informasi “batik celup ulang” milik kawan sekantor, setelah dicuci tiga kali belum tampak adanya perubahan yang cukup berarti.

Ini upaya kreatif, mungkin hampir sama dengan “wenter” namun saya yakin berbeda dan jelas kreatif. Semoga si empunya ide tertarik membawa karya tersebut untuk mengikuti seleksi Krenova 2017 yang diselenggarakan di kantor kami ini. Selebihnya ini merupakan trik tampil beda biaya relatif murah yang dapat diikuti para “wajiber batik”. Selain itu ide tersebut tanpa mengesampingkan dan mengakui pemilik ide, bisa menjadi lahan sampingan para pengrajin batik pada musim sepi.

Semoga info kecil ini bermafaat bagi rekan sejawat, masyarakat luas dan para pengrajin batik.

 

 

 

 



[1] Staf seksi Litbang Ekonomi Sosial pada Kantor Penelitian, Pengembangan dan Statistik Kota Magelang

Add comment


Security code
Refresh